Proses A/B Testing

A/B Testing terdiri dari seperangkat proses yang harus diikuti seseorang secara berurutan agar sampai pada kesimpulan yang realistis. Pada bab ini, kita akan membahas secara rinci langkah-langkah proses A/B Testing yang dapat Anda gunakan untuk menjalankan tes pada halaman web manapun Penelitian Background Penelitian Background memainkan peran penting dalam A/B Testing. Langkah pertama adalah mencari tahu tingkat bouncing dari website. Hal ini dapat dilakukan dengan bantuan beberapa alat Penelitian Background yang tersedia secara luas seperti Google Analytics dan lainnya. ...

baca lebih lanjut ...

Multivariate A/B Testing

Seperti A/B Testing, Testing Multivariatee didasarkan pada mekanisme yang sama, namun membandingkan jumlah variabel yang lebih tinggi, dan memberikan lebih banyak informasi tentang bagaimana variabel-variabel ini berperilaku. Dalam A/B Testing, Anda membagi lalu lintas halaman di antara berbagai versi desain. Testing Multivariatee digunakan untuk mengukur keefektifan masing-masing desain. Contoh Katakanlah ada halaman web yang telah menerima lalu lintas yang cukup untuk menjalankan tes. Sekarang data dari masing-masing variasi dibandingkan untuk memeriksa variasi yang paling berhasil, namun juga mencakup unsur-unsur, yang memiliki dampak positif atau negatif maksimal pada interaksi pengunjung. ...

baca lebih lanjut ...

Menjalankan Eksperimen

Ini melibatkan penyajian semua variasi situs web Anda atau aplikasi kepada pengunjung dan tindakan mereka dipantau untuk setiap variasi. Interaksi pengunjung untuk setiap variasi diukur dan dibandingkan untuk menentukan bagaimana variasi ini berkinerja. Seperti yang telah dibahas di bab sebelumnya, ada berbagai alat yang bisa digunakan untuk menghasilkan hipotesis dan untuk menjalankan variasi: Visual Website optimizer (VWO) Google Content Experiments Optimizely Visual Website Optimizer Ada berbagai alat A/B Testing yang memungkinkan profesional marketing membuat beberapa variasi halaman web mereka dengan menggunakan editor titik-dan-klik. ...

baca lebih lanjut ...

Mengumpulkan Data

Data dari Google Analytics dapat membantu Anda menemukan perilaku pengunjung. Selalu disarankan mengumpulkan cukup banyak data dari situs ini. Cobalah untuk menemukan halaman dengan tingkat konversi yang rendah atau tingkat drop-off yang tinggi yang dapat ditingkatkan. Pada bab ini, kita akan membahas beberapa alat yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data untuk A/B Testing. Google Analytics / Mix Panel (Alat Analytics) Sebagian besar situs web memasang Google Analytics untuk mendapatkan gagasan tentang bagaimana pengunjung berinteraksi dengan situs. ...

baca lebih lanjut ...

Mengapa Menggunakan A/B Testing?

A/B Testing digunakan untuk membuat business decisions berdasarkan hasil yang berasal dari data, bukan hanya membuat prediksi. Ini memungkinkan Anda membuat variasi dari situs web atau aplikasi Anda dan kemudian membantu Anda untuk mengkonfirmasi atau membuang keputusan untuk melakukan perubahan. Pengujian ini memungkinkan Anda mengoptimalkan situs atau aplikasi Anda sedemikian rupa sehingga meningkatkan rasio konversi. Rasio konversi yang lebih tinggi berarti mendapatkan lebih banyak nilai dari pengguna yang ada daripada harus membayar lebih banyak pada perolehan lalu lintas. ...

baca lebih lanjut ...

Menganalisis Hasil

Setelah percobaan selesai, langkah selanjutnya adalah menganalisa hasilnya. Alat A/B Testing akan menyajikan data dari eksperimen dan akan memberi tahu Anda perbedaan antara bagaimana perbedaan variasi pada kinerja halaman web, dan juga jika ada perbedaan yang signifikan antara variasi, dengan menggunakan bantuan metode dan statistik matematis. Contoh Jika gambar di halaman web telah mengurangi tingkat bouncing, Anda dapat memutuskan apakah konversi itu bagus atau tidak, begitu Anda mengupload lebih banyak gambar di halaman web. ...

baca lebih lanjut ...